GAMETOGENESIS PADA MANUSIA PDF

Tempat Terjadi Tumbuhan: pada benangsari dan putikHewan: sel-sel kelamin Gametogenesis pada Hewan dan Manusia Spermatogenesis Oogenesis. Sistem pembiakan manusia biasanya melibatkan persenyawaan dalaman oleh Pada perempuan, gametogenesis dikenali sebagai oogenesis; ini berlaku.

Author: Akizilkree Bale
Country: Netherlands
Language: English (Spanish)
Genre: Marketing
Published (Last): 9 March 2016
Pages: 14
PDF File Size: 16.32 Mb
ePub File Size: 17.50 Mb
ISBN: 614-4-46226-840-6
Downloads: 6842
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Gara

Berisi tentang gametogenesis, proses mitosis dan meiosis yang terjadi pada spermatogenesis, dan oogenesis. Published on Dec View Download paea Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui proses pembentukan gamet gametogenesls dan gamet betina serta proses ovulasi pada betina.

Bertujuan untuk mempertahankan kehadiran spesies di alam. Bila ada sel tubuh kita yang rusak maka akan terjadi proses penggantian dengan sel baru melalui proses pembelahan mitosis, sedangkan sel kelamin atau gamet sebagai agen utama dalam proses reproduksi manusia menggunakan proses pembelahan meiosis. Gametogenesis dibedakan menjadi 2, yaitu Spermatogenesis dan Oogenesis. Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sperma atau sel gamet jantan didalam alat kelamin jantan testispqda berlangsung ditubulus seminiferus dan diatur oleh hormone gonadotropin dan testosterone.

Pada proses ini akan dihasilkan 4 sel spermatozoa, yang masing masing bersifat haploid dan dilengkapi dengan bulu cambuk flagel.

Sedangkan Oogenesis merupakan proses pembentukan sel sel gamet betina ovum didalam ovarium hewan. Pada hasil ini akan dihasilkan 4 sel telur tetapi hanya satu saja yang fungsional, sebab selnya mengandung plasma dan inti yang berkromosom tunggal, sedangkan13 sel telur lainnya letal atau mengalami kematian sehingga tetap melekat pada salah satu kutub dan berubah menjadi sel kutub polosit.

Bagaimana proses pembentukan Telur? Apa saja tipe Telur? Mengetahui proses pembentukan telur. Gamet berasal dari sel germinativum primordial SGP, primordial germ cell yang terbentuk di epiblas selama minggu ke dua dan yang bergerak menuju dinding yolk sac. Selama minggu keempat, sel-sel ini mulai bermigrasi dari yolk sac menuju manysia yang gamwtogenesis terbentuk, tempat gametovenesis ini sampai pada akhir minggu kelima.

Pembelahan mitotik meningkatkan jumlah sel ini sewaktu bermigrasi dan juga ketika tiba di gonad.

Sebagai persiapan untuk fertilisasi, sel germinativum mengalami gametogenesis yang mencakup meiosis, untuk mengurangi jumlah kromosom, dan sitodiferensiasi, untuk menentukanpematangannya.

Perubahan bentuk Tahap perbanyakan poliferasi berlangsung gametogenedis mitosis berulangulang. Gametagium sel induk gamet membelah menjadi 2, 2 menjadi 4, 4 menjadi 8, dan seterusnya. Gametangium ini akan tumbuh membesar menjadi gametosit I. Gametosit I mengalami tahap pematangan, berlangsung secarameiosis. Gametid mengalami tahap perubahan ,anusia transformasi menjadi gamet.

Mitosis Mitosis adalah proses pembelahan satu sel untuk menghasilkan dua sel anak secara genetik identik dengan gametogenezis induk. Setiap sel anak menerima komplemen lengkap 46 kromosom. Sebelum suatu sel mengalami gametogeenesis, setiap kromosom mereplikasikan DNA. Selama fase replikasi ini, kromosom menjadi snagat panjang, tersebar pdaa ke seluruh nucleus dan tidak dapat dikenali dengan mikroskop cahaya. Proses mitosis ini dimulai, kromosom mulai membentukkumparan, berkontraksi, dan memadat; proses-proses ini menandai dimulainya profase.

Setiap kromosom sekarang terdiri dari dua subunit parallel kromatid yang disatukan oleh suatu daerah sempit sentromer yang terdapat dikeduanya. Sepanjang profase, kromosom memadat, memendek, dan menebal, tetapi hanya saat prometafase kromatid dapat dibedakan. Selama metaphase, kromosom-kromosom berjajar dalam suatu bidang ekuator, dan struktur gandanya tampak jelas. Masing-masing kromosom diikat oleh mikrotubulus yang berjalan drai sentromer mqnusia sentriol, membentuk gelendong mitotik.

Tidak lama kemudiansentromer masng-masing kromosom membelah, menadai awal anaphase, diikuti oleh migrasi kromatid ke kutub gelendong yang berlawanan. Akhirnya, selamam telofase, kumparan kromosom mengurai dan memanjang, selubung nucleus kembali terbentuk, dan gametogfnesis membelah. Masing-masing sel anak menerima separuh dari bahan kromosom ganda sehingga mempertahankan jumlah kromosom yang sama seperti sel induk.

  BRACHIARIA MUTICA PDF

Meiosis Meiosis adalah pembelahan sel yang terjadi pada sel germinativum untuk menghasilkan gamet pria dan gamet wanita, yaitu masing-masing sperma dan sel telur. Meiosis memerlukan dua pembelahan sel, yaitu meiosis I dan meiosis II, untuk mengurangi jumlah kromosom menjadi jumlah haploid Seperti pada mitosis, sel germinativum pria dan wanita spermatosit dan oosit primer pada awal meiosis I mereplikasikan DNA merekasehingga setiap 46 kromosom tersebut digandakan menjadi sister cromatid.

Namun, berbeda dengan mitosis, kromosomkromosom homolog kemudian bergabung membentuk pasangan-pasangan, suatu proses yang disebut sinapsis. Pembentukan pasangan bersifat eksak dan titik dmei titik kecuali kombinasi XY. Pasangan-pasangan homolog kemudian berpisah menjadi dua sel anak. Segera sesudahnya, terjadi meiosis II yang memisahkan kromosom ganda sister cromatid tersebut.

Sistem pembiakan manusia

Karena itu, setiap gamet mengandung 23 kromosom. Proses penting pada meiosis I adalah crossover, yaitu pertukaran segmen kromatid antara pasangan kromosom yang homolog. Segmen-segmen paxa putus dan dipertukarkan sewaktu kromosom homolog memisah. Sewaktu terjadi pemisahan, titik-titik pertukara menyatu untuk sementara dan membentuk struktur seperti mansia X kiasma. Umumnya terjadi sekitar 30 sampai 40 crossover satu atau dua per kromosom antara gen-gen yang terpisah jauh mamusia satu kromosom pada setiap pembelahan meiotik I.

Akibat pembelahan meiotik, a variabilitas genetik ditingkatkan melalui tukar-silang yang menyebabkan redistribusi bahan genetik, dan melalui distribusi acak kromosom homolog ke sel anak; dan b setiap sel germinativum mengandung jumlah kromosom yang haploid sehingga saat pembuahan humlah diploid 46 terpulihkan. Selama meiosis, satu oosit primer menghasilkan empat sel anak, masingmasing dengan 22 kromosom plus 1 kromosom X. Demikian juga, satu spermatosit primer menghasilkan5empat sel anak, dua dengan dengan 22 kromosom plus 1 kromosom X dan dua dengan 22 kromosom plus 1 kromosom Y.

GAMETOGENESIS

Spermatogenesis dimulai dengan pertumbuhan spermatogonium menjadi sel yang lebih besar disebut spermatosit primer. Sel-sel ini membelah secara mitosis menjadi dua spermatosit sekunder yang sama besar, kemudian mengalami pembelahan meiosis menjadi empat spermatid yang sama besar. Spermatid adalah sebuah sel bundar dengan sejumlah besar protoplasma dan merupakan gamet dewasa dengan sejumlah kromosom haploid.

Proses ini berlangsung dalam testis buah zakar dan lamanya sekitar 72 hari. Proses spermatogenesis paca bergantung pada mekanisme hormonal tubuh Budiyanto, Spermatozoa sperma yang normal memiliki kepala dan ekor, di mana kepala mengandung materi genetik DNA, dan ekor yang merupakan alat pergerakan sperma. Sperma yang matang memiliki kepala dengan bentuk lonjong dan datar serta memiliki ekor bergelombang yang berguna mendorong sperma memasuki air mani.

Kepala sperma mengandung inti yang memiliki kromosom dan juga memiliki struktur yang disebut akrosom.

Akrosom mampu menembus lapisan jelly yang mengelilingi gametogenseis dan membuahinya bila perlu. Sperma diproduksi pads organ yang bernama testis dalam kantung zakar. Hal ini menyebabkan testis terasa lebih dingin dibandingkan anggota tubuh lainnya. Pembentukan sperma berjalan lambat pada suhu normal, tapi terus-menerus terjadi pada suhu yang lebih rendah dalam manusis zakar Budiyanto, Pada gonad paxa testissel Sertoli digambarkan sebagai system pembantu pematangan sel sperma spermatozoa.

Sel Sertoli yang tidak bisa membelah diri lagi dan masih aktif dalam pertukaran zat, di dalam tubulus seminiferus membentuk epitel benih, yang mengakomodasi spermatogonium Rohen, Selain itu juga terdapat sel Sertoli yang berfungsi memberi makan spermatozoa juga sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus.

  ARQUITECTURA BIOCLIMATICA JAVIER NEILA PDF

Sel Leydig berfungsi menghasilkan testosteron Budiyanto, Spermatogonium berkembang menjadi sel spermatosit primer. Sel spermatosit primer bermiosis menghasilkan spermatosit sekunder. Spermatosit sekunder membelah lagi menghasilkan spermatid. Spermatid berdeferensiasi menjadi spermatozoa masak. Bila spermatogenesis sudah selesai, maka ABP Androgen Binding Protein testosteron tidak diperlukan lagi, sel Sertoli akan menghasilkan hormon inhibin untuk memberi umpan balik kepada hiposis agar menghentikan sekresi FSH dan LH Budiyanto, Kemudian spermatozoa akan keluar melalui uretra bersama-sama dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar Cowper.

Spermatozoa bersama cairan dari kelenjar-kelenjar tersebut dikenal sebagai semen atau air mani. Pada waktu ejakulasi, seorang laki-laki dapat gametkgenesis juta sel spermatozoa. Pada laki-laki, spermatogenesis terjadi seumur hidup dan pelepasan spermatozoa dapat terjadi setiap saat Budiyanto, Pada akhir proses, terjadi pertumbuhan dan perkembangan atau diferensiasi yang rumit, tetapi bukan pembelahan sel, yaitu mengubah spermatid menjadi sperma yang fungsional.

Nukleus mengecil dan menjadi kepala sperma, sedangkan sebagian besar sitoplasma dibuang. Sperma ini mengandung enzim yang memegang peranan dalam menembus membran sel telur Budiyanto, Spermatogenesis terjadi secara diklik di fametogenesis bagian tubulus seminiferus.

Di setiap satu bagian tubulus, berbagai tahapan tersebut mmanusia secara berurutan. Pada bagian tubulus yang berdekatan, sel cenderung berada dalam satu tahapan lebih maju atau lebih dini. Pada manusia, perkembangan spermatogonium menjadi sperma matang membutuhkan waktu 16 hari. Hal yang mengagumkan dari kerja tubulus seminiferus ini adalah mampu memproduksi sperma setiap hari sekitar juta spermatozoa. Jumlah yang normal spermatozoa berkisar antara 35 juta, tetapi mungkin pada seseorang hanya memproduksi kurang dari 20 juta, maka orang tersebut dapat dikatakan kurang subur.

Biasanya faktor usia sangat berpengaruh terhadap produksi sperma. Seorang laki-laki yang berusia lebih dari 55 tahun produksi spermanya berangsur-angsur menurun. Pada usia di atas 90 tahun, seseorang akan kehilangan tingkat kesuburan Budiyanto, Selain usia, faktor lain yang mengurangi kesuburan adalah frekuensi melakukan hubungan kelamin. Seseorang yang sering melakukan hubungan kelamin akan berkurang kesuburannya. Hal ini disebabkan karena sperma belum sempat mannusia sehingga tidak dapat membuahi sel telur.

Berkebalikan dengan hal itu, apabila sperma tidak pernah dikeluarkan maka spermatozoa yang telah tua akan mati lalu diserap oleh tubuh Budiyanto, Struktur Sperma Sel-sel sperma memiliki struktur yang khusus.

Gambar Struktur Sperma Manusia http: Struktur spermatozoa terseb ut terlihat mempunyai bentuk mirip seperti kecebong anak katak yang baru menetasterdapat bagian kepala dan ekor, dapat terlihat bahwa sel-sel sperma memiliki struktur sebagai berikut: Bagian kepala dilengkapi dengan suatu bagian yang gamwtogenesis dengan akrosom, yaitu bagian ujung kepala sperma yang berbentuk apda runcing dan menghasilkan enzim hialuronidase yang ,anusia untuk menembus dinding sel telur.

Sistem pembiakan manusia – Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas

Di bagian kepala ini terdapat 22 kromosom tubuh dan 1 kromosom kelamin yaitu kromosom X atau Y, kromosom X untuk membentuk bayi berkelamin perempuan, sedangkan kromosom Y untuk membentuk bayi berkelamin laki-laki.

Kromosom kelamin laki-laki inilah nantinya yang akan menentukan jenis kelamin pada seorang bayi Budiyanto, Energi tersebut berfungsi untuk pergerakan dan kehidupan sel sperma. Bahan bakar dalam pembentukan energi ini adalah fruktosa Budiyanto, Fungsinya adalah untuk alat pergerakan mannusia sehingga dapat mencapai sel telur.